Menikmati akhir tahun, aku dan kedua sahabatku memutuskan untuk berlibur di dalam kota, sekalian ngumpul-ngumpul yang rencananya sekalian menikmati pergantian tahun bersama di rumahku, hm.. oke, setelah bingung mau ke TMII atau ke Ragunan, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke kebun binatang Ragunan. Haha.. Selain lokasinya yang dekat rumah, harga tiket masuknya pun relatif murah, lumayan.. untuk me-refresh otak dan mencari objek-objek bagus. Hihi... (Niatnya sih sekalian mau nyari lokasi pemotretan (?) yang bagus, dan temanku pernah merekomendasikan Schmutzer sebagai tempat pemotretan yang bagus, jiah gaya!)
Dan ternyata sesampainya di Ragunan, suasananya penuh sesak, mungkin bertepatan pada hari Minggu pas Liburan Sekolah pulaa.. -_- Alhasil, harus mikir 2x buat pemotretan disini, oke, kita jalan-jalan aja.. udah lama juga ga kesini, sekalian jadi ajang bernonstalgia jaman masih kecil dulu. Hihi
Langsung aja, dengarkan ceritaku! ;)
Karena sudah siang dan ramai sekali, kami langsung masuk ke Schmutzer tanpa keliling kebun binatang terlebih dahulu. Oya untuk info tiket:
Tiket Masuk Kebun Binatang untuk Dewasa : Rp4000/orang (30 Desember 2012)Tiket Masuk Pusat Primata Schmutzer : Rp7500/orang (Hari Libur) Hari Biasa Rp5.000
Bagi pembaca sekalian yang mau nyari tempat wisata menarik di Jakarta, Pusat Primata Schmutzer bisa menjadi pilihan alternatif untuk rekreasi dengan sahabat atau keluarga. Lokasinya pun strategis, kalau mau kesini, bisa naik TransJakarta dan turun di halte Ragunan (Koridor 6).
Berikut aku ceritakan fakta-fakta menarik tentang Pusat Primata Schmutzer Ragunan (Sumber: Kompasiana.com) :
1. Pusat primata Ragunan Schmutzer merupakan yang terbesar di dunia. Total kawasan itu mencapai 13 ha. Masih jauh lebih luas dibanding pusat primata yang berada di kota Leipzig-Jerman yang luasnya hanya 4,5 ha. 2. Pusat primata ini tidak hanya mengoleksi hewan primata, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan konservasi lingkungan hidup yang dilengkapi dengan museum, teater yang menyajikan film lingkungan hidup, taman patung, dan juga dilengkapi dengan 68 kamera pemantau.
3. Nama Pusat Primata Schmutzer diambil dari Nama seorang perintisnya yaitu Nyonya Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh. Ia adalah seorang pecinta hewan, pelukis dan dermawan. Ia mewariskan seluruh harta warisannya kepada The Gibbon Foundation yang diketuai oleh Willie Smits untuk dibuat sebuah fasilitas terbaru untuk primata di Kebun Binatang Ragunan.
Nah, pengunjung tidak diperkenankan membawa makanan/minuman ke dalam Pusat Primata ini, untuk menjaga kebersihan. Jadi, sebelum masuk, pengunjung WAJIB menitipkan barang bawaannya (makanan&minuman) di tempat penitipan barang. Kalau haus, pengunjung bisa minum dari keran air minum yang sudah disediakan disana, namun sayangnya keran air minum itu kemarin sudah banyak yang rusak. -_-' jadi tahan-tahan ya kalau haus, hehe
![]() |
| Jadi inget kata Dundun liat pose ini: 'Nay, lu baru kenal, udah dapet chemistry nya aja' wkwk | -_- |
![]() |
| Pose bentar di samping Gorila -_- |
Aku suka penataan tempatnya, seperti alam bebas, atau alam aslinya para gorila-gorila itu.
dan bagi yang mau foto-foto tempatnya cukup bagus untuk mengambil gambar bertemakan alam. :)
Sekian narsisnya haha, lanjut jalan-jalan lagi.. nonton si Komu, Kumbo, dan Kihi (Nama-nama Gorila disana, :D)
![]() |
| Ini si Kumbo apa Kihi ya? Apa jangan-jangan Komu? Entah.. haha |

















Komentar
Posting Komentar